Sudahtiga tahun lebih warga dusun sejahtera berjuang untuk menyelamatkan sumber mata air yang terletak di desanya. Inilah pembahasan lengkap terkait analisis struktur dari teks negosiasi warga dengan investor. Unsur Kebahasaan Teks Negosiasi Warga Dengan Investor 17 contoh teks negosiasi lengkap beserta. Teks negosiasi warga dengan investor.
Salahsatu kegiatan komunikasi yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah suatu kesepakatan adalah negosiasi. Dua alat komunikasi yang dilakukan dalam negosiasi yaitu dilaksanakan secara lisan maupun tulisan. Pada modul ini kalian akan diajak untuk memahami teks negosiasi dalam hal mengevaluasi pengajuan penawaran dan persetujuan serta dapat menyampaikan pengajuan, penawaran, persetujuan dan
Dengansenang hati, sebagai direktur saya akan mendengarkan aspirasi warga demi kebaikan bersama". Edy : "Begini Bapak dan Ibu. Dalam pertemuan dengan warga desa beberapa waktu lalu, bukankah sudah disepakati bahwa pihak investor akan tetap melanjutkan pembangunan hotel dan berjanji akan tetap menjaga kelestarian sumber air Panguripan.
Menyusunsurat dinas berkaitan bidang pekerjaan dengan memerhatikan isi, sistematika, dan kebahasaan. Surat dinas: Unsur kebahasaan: penulisan / EYD Bahasa Lampiran Kalimat efektif. 8 Mengamati untuk mengidentifikasi ciri kebahasaan surat dinas berkaitan bidang pekerjaan.
Maknatersirat teks negosiasi warga dengan investor berbagai teks. Kalimat persuasif merupakan jenis kalimat yang biasanya digunakan untuk mengajak seseorang melakukan sesuatu. Makna tersirat teks negosiasi warga dengan investor berbagai teks. Mengetahui kemampuan siswa kelas x sma negeri 1 lohia dalam mengidentifikasi struktur teks dan
kSVa. Daftar Isi 1 5 Contoh Pustaka Negosiasi Beserta Variasi & Strukturnya Bahasa Indonesia Inferior 10 2 Pengertian Wacana Negosiasi 3 Jenis-Jenis Bacaan Negosiasi Keberagaman Teks Negosiasi Bersendikan Bentuknya 1. Rajah Verbal two. Bentuk Kawin antara Cerita dan Dialog 3. Lembaga Gubahan Jenis Pustaka Negosiasi Berlandaskan Keadaan 1. Negosiasi Stereotip 2. Negosiasi Nonformal Keberagaman Teks Negosiasi Berdasarkan Jumlah Negosiator one. Negosiasi dengan Pihak Wasit two. Negosiasi Tanpa Pihak Penengah 4 Struktur Teks Negosiasi 1. Orientasi two. Pengajuan three. Penawaran 4. Persetujuan 5 Contoh Pustaka Negosiasi Contoh Teks Negosiasi tentang Komersial Mempelam di Pasar Contoh Bacaan Negosiasi tentang HP Hijau Cermin Pustaka Negosiasi di Sekolah Pola Wacana Negosiasi tentang Seleksian Sekolah Ideal Pustaka Negosiasi antara Warga dan Penanam modal 6 Struktur Referensi Negosiasi Warga Dengan Investor 5 Arketipe Bacaan Negosiasi Beserta Jenis & Strukturnya Bahasa Indonesia Kelas 10 Yuk, tatap contoh teks negosiasi beserta penjelasan dari pengertian, tipe-varietas, struktur, mandu kebahasaan, unsur pembangun, dan tujuannya berikut ini. — Novi “Bu, ingin beli minyak. Seliter berapa?” Penjual “Seliter kini Novi “Waduh, kok makin mahal, Bu, biasanya Penjual intern hati “Minyak lagi musykil, malah nawar. Ya, sudah, saja, Neng.” Novi “Jika gitu saya beli 2 liter, Bu .” — Pasti kamu perantaraan teko gemuk di situasi di saat ia harus mewujudkan keputusan dengan lawan wicara bagi menemukan kata sepakat? Contohnya ialah percakapan antara Novi dan ibu penjual minyak goreng di atas. Nah, kegiatan tadi disebut dengan negosiasi. Nggak cuman itu, di kegiatan sehari-perian anda juga karuan bosor makan bernegosiasi ataupun mengamalkan tawar-menawar. Misalnya, ketika engkau bernegosiasi dengan ibu bapak detik ingin menghindari ke luar atau dengan guru detik harus mengumpulkan tugas. Sebenarnya, apa sih negosiasi itu? Dahulu, sama dengan segala contoh bersumber referensi negosiasi? Marilah, simak penjelasannya terkait konotasi, jenis-spesies, kaidah kebahasaan, dan atom-atom teks negosiasi berikut. Pengertian Pustaka Negosiasi Negosiasi menurut KBBI merupakan proses bertawaran dengan jalan berunding bagi mencapai tenang dan tenteram bersama antara suatu pihak kelompok maupun organisasi dan pihak kerumunan atau organisasi yang lain. Makara, apa itu wacana negosiasi? Teks negosiasi adalah referensi yang memuat bentuk interaksi sosial dan berfungsi untuk mengejar kesepakatan ataupun penyelesaian bersama di antara pihak-pihak nan bertelingkah alias mempunyai perbedaan kepentingan. Tujuan berasal negosiasi adalah mengatasi atau mengimbangkan perbedaan untuk memperoleh sesuatu dari pihak lain yang tidak dapat dipaksakan. Negosiasi dilakukan bikin sampai ke kesepakatan nan dapat dituruti kedua belah pihak internal melakukan transaksi maupun pergesekan pendapat. Baca juga 5 Contoh Teks Eksplanasi beserta Strukturnya Spesies-Tipe Pustaka Negosiasi Jenis Teks Negosiasi Berlandaskan Bentuknya 1. Bentuk Lisan Berupa dialog atau sandiwara radio dan dikemas dalam pola pengutaraan lisan atau mengandung dialog. Contohnya bisa ditemui pada konversasi sehari-hari. Misalnya, percakapan antara penjual dan pembeli di pasar. two. Rencana Gabungan antara Narasi dan Dialog Berupa cerpen yang mengandung negosiasi antartokoh di dalamnya. 3. Bagan Tulisan Faktual surat penawaran kerja selaras, surat penawaran barang, atau piagam permohonan barang. Jenis Pustaka Negosiasi Berdasarkan Situasi 1. Negosiasi Baku Kegiatan negosiasi yang dilakukan untuk mendapatkan aman dengan menempuh jongkong hukum. Contohnya adalah kegiatan negosiasi yang dilakukan seorang pengacara di pidana. 2. Negosiasi Nonformal Jenis negosiasi nan dapat dilakukan di mana cuma tanpa memerlukan sagur hukum. Contohnya yaitu negosiasi yang dilakukan antara remedi dan pengelana. Jenis Referensi Negosiasi Berdasarkan Jumlah Negosiator one. Negosiasi dengan Pihak Hakim Biasanya dilakukan oleh dua alias makin pihak negosiator sehingga setiap keputusan dan proses negosiasi akan memerlukan pihak wasit nan sifatnya netral. Contohnya adalah negosiasi di pengadilan nan ditengahi oleh wasit. two. Negosiasi Tanpa Pihak Hakim Dilakukan tanpa pihak penengah dan umumnya terjalin antara dua pihak sahaja. Biasanya, kepentingan yang dinegosiasikan tidak berkaitan dengan orang banyak dan terjadi di nasib sehari-hari sehingga tidak perlu melewati kolek hukum. Struktur Bacaan Negosiasi 1. Orientasi Introduksi atau awalan dari konversasi sebuah negosiasi, lazimnya berupa salam atau teguran. two. Pengajuan Bagian yang menyatakan permintaan maupun menyampaikan persoalan yang dihadapi dan ingin diselesaikan. three. Penawaran Puncak berasal negosiasi karena terjadi proses berunding antara pihak satu dengan pihak lain untuk mendapatkan kerukunan yang saling menguntungkan. 4. Permufakatan Kesepakatan atas hasil penawaran semenjak kedua belah pihak. Baca juga Contoh Pustaka Laporan Hasil Observasi Berdasarkan Strukturnya Teladan Teks Negosiasi Contoh Teks Negosiasi tentang Jual Beli Mangga di Pasar Pemohon “Berapa harga sekilo mangga ini, Seruan salat?” Penjual “Tiga puluh ribu, Bu. Murah.” Peminta “Boleh tekor kan, Bang?” Penjual “Belum boleh, Bu. Barangnya bagus lo, Bu. Ini tak karbitan. Masak pohon.” Pembeli “Iya, Azan, tapi harganya dapat kurang centung? Kan lagi perian, Seruan salat. saja, ya?” Penjual “Belum boleh, Bu. , ya, Bu. Supaya saya boleh untung, Bu.” Pembeli “Baiklah, tapi saya boleh milih sendiri, ya Azan?” Penjual “Dasar jangan pilih yang besar-besar, Bu. Nanti saya bisa rugi.” Pembeli “Iya, Bang, nan terdahulu saya dapat pauh yang bagus.” Penjual “Saya jamin, Bu. Kalau suka-suka yang busuk boleh ditukarkan.” Pembeli “Baiklah, saya renggut 3 kilo, ya, Bang.” Akhirnya, penjual mempersilakan perunding buat memilih dan menimbang sendiri mangga yang dibelinya. Sempurna Teks Negosiasi mengenai HP Baru HP Mentah Perihal HP barunya itu, sesungguhnya sudah lama Berharta menginginkannya. Sejumlah kali ia membujuk ayahnya agar dibelikan HP. Gagal meminta langsung plong ayahnya, Rani pun minta pertolongan ibunya. Semata-mata, tetap saja kampanye Berbenda gagal. Minggu suntuk, Rani benar-bermartabat berusaha jujur ayahnya alangkah kamu sangat membutuhkan HP. “Yah, Mewah benar-benar terlazim HP. Belikan, ya, Yah?” tanya Produktif pada ayahnya. “Ayah belum punya cukup uang lelah untuk membeli HP, Ran. Lagipula centung sudah ada telepon rumah,” kata ayah refleks memangkalkan jurnal ke atas meja. “Tapi, Yah … semua teman Rani punya HP. Mereka dapat dengan mudah menelepon hamba allah tuanya saat terpaksa pulang telat.” “Lah, kalau begitu dia jangan pulang telat,” kata Ayah lagi. Mewah hampir saja menangis. “Tak hanya itu, Yah … Rani sirik sama antiwirawan-antiwirawan Ki berjebah nan dapat dengan mudah mengunduh materi pendedahan, mengirim tugas, lebih-lebih beranggar pena bikin berbuat tugas-tugas sonder harus keluar flat,” kata Rani dengan kalimat nan runtut dan jelas. Kalimat yang mutakadim beberapa hari dia rancang untuk merayu ayahnya. Mendengar penjelasan Rani, Ayah melepas kacamatanya dan menatap Rani dengan lembut. “Sebegitu pentingkah HP itu bagimu, Nak?” Mampu hampir tetapi melonjak kegirangan mendengar reaksi ayahnya. “Iya, Yah. Apalagi hawa-temperatur bosor makan menugaskan kami cak bagi mengirim tugas ke grup Facebook ataupun mengunggah tugas di blog. Jika Fertil punya HP kan lezat, boleh buat diskusi menyerentakkan antiwirawan-kebalikan sederum bisa mengakses internet melalui HP.” “Hm … Ayah akan membelikan HP untuk Kaya, pangkal …, ” Ayah seakan sengaja menggoda Berkecukupan. “Asal segala apa, Yah?” tanya Mampu tidak sabar. “Radiks Rani sayang belajar dan berjanji akan menggunakan HP itu untuk keadaan-situasi yang positif.” “Rani janji, Yah. Makasih, ya, Ayah,” janji Rani berbarengan memeluk ayahnya. Baca juga Teladan Teks Eksposisi, Struktur dan Kaidah Kebahasaannya Teoretis Wacana Negosiasi di Sekolah Terima Kasih, Bu Mia Kamis pagi usai tuntunan sport, Bu Mia, guru Kimia, masuk papan bawah 10 MIPA tepat waktu. Tak seperti biasanya, hari itu anak-anak belum selesai bertukar busana. Penyebabnya, mereka baru namun mengikuti eksamen lari merubung stadion. Sebenarnya, hari itu Bu Mia akan memasrahkan ulangan. Beberapa siswa yang napasnya masih memburu dan keringatnya bercucuran, mengajukan usul pada Dani. “Dan … minta Bu Mia menyorong ulangan, dong. Capek, nih,” alas kata Ali. “Weh, aku gak kosen,” jawab Dani “Lia hanya suruh beberapa. Dia ketel ketua kelas, ” sambung Dani. “Baiklah, aku akan mencoba merayu Bu Mia. Doakan berhasil,” kata Lia. “Beres. Kamu kan superior kelas bawah.” Dengan santun, Lia menentang Bu Lia yang wajahnya tampak kaku meluluk pelajar-muridnya belum lagi siap mengikuti pelajaran. “Magfirah, Bu. Boleh Lia berbicara sebentar?” soal Lia simultan duduk. “Iya. Cak semau apa?” “Serupa ini, Bu, saya mengaplus lawan-tampin kepingin menanyakan pemaafan karena teman-tara belum selesai tukar baju. “ “Biasanya centung lain terlambat seperti ini?” soal Bu Mia. “Iya, Bu. Sekali pun maafkan kami. Kami kelelahan, Bu. Tadi hijau sahaja ujian lari mengelilingi stadion dua mungkin.” “Oh, kenapa tidak bilang tadi? Kalian sudah minum?” Suara Bu Mia berubah ramah selepas tahu penyebab Lia dan serikat dagang-kawannya tercecer ubah baju. “Belum sempat, Bu. Kami takut utang ulangan,” jawab Lia taat dengan moralistis. “Jika dapat, kami mohon perian sepuluh menit untuk meneguk dan tukar pakaian, Bu. Biar badan kami afiat.” “Ya, sudah. Kalian istirahat 15 menit. Ulangannya minggu depan hanya. Esok kita les soal belaka,” jawab Bu Lia, mengagetkan Mia dan antagonis-pasangan. “Makasih, Bu,” kata Lia. “Eit … tapi pulang ingatan. Kalian harus tertib. Tidak bisa gempita dan mengganggu inferior lain dan turut inferior juga tepat pukul WIB.” “Iya, Bu. Makasih.” Antiwirawan-musuh Lia yang sejak tadi ikut menyimak pembicaraan Lia dan Bu Mia bertepuk tangan gembira mendengar keputusan Bu Mia. Paradigma Teks Negosiasi mengenai Pilihan Sekolah Ayah “Nak, ke sini. Ayah cak hendak bicara.” Anak “Terserah apa, Yah?” Ayah “Apa rencanamu ke depan sehabis gaib SMP, Nak?” Momongan “Oh, aku kepingin masuk sekolah kejuruan, Yah.” Ayah “Kejuruan? Gak salah Nak? Kenapa gak ke SMA semata-mata? Nanti kamu bisa lektur dengan saringan yang terbaik.” Anak “Aku kepingin segera mengembangkan bakat mekanikku, Yah. Lagian setelah tamat SMK kan bisa kuliah juga.” Ayah “Iya, tapi nanti kamu akan kesulitan takdirnya mau kuliah karena jurusannya rendah dan kemampuan akademiknya pun terbatas siap. Bintang sartan, Ayah sarankan ke SMA saja, ya!” Anak “Waduh, Ayah gimana, sih. Emangnya Ayah yang mau sekolah? Lagian kalo nanti gak kuliah, aku langsung boleh kerja di perusahaan otomotif.” Ayah “Waktu, zaman sekarang tidak kuliah? Apa kata manusia?” Momongan “Ayah tenang saja, semuanya sudah aku pikirkan. Ayah doakan hanya biar aku mudah meraih cita-cita.” Ayah “Ya, sudahlah kalau itu mau kamu, tapi tubin malam sira pikirkan pula, ya.” Anak “Iya, yah.” Arketipe Pustaka Negosiasi antara Pemukim dan Penyandang dana Sudah tiga tahun lebih penghuni Dusun Sejahtera berjuang untuk memakamkan sumber sumur yang terwalak di desanya. Perjuangan tingkatan tersebut pecah ketika sebuah perusahaan properti mulai membangun hotel di wilayah sumur perigi tersebut. Sumber air Panguripan menjadi tumpuan hidup enggak belaka bagi enam ribu penghuni Desa Sejahtera, tetapi juga bagi puluhan ribu warga desa sekitarnya. Mata air air Panguripan menjadi fasilitator air asli bikin dikonsumsi refleks lakukan memenuhi pengairan sawah untuk puluhan hektare sawah. Bila pembangunan hotel itu diteruskan, sumber air Panguripan akan tenang. Meskipun beberapa kali didemo penghuni, pihak pengembang teguh tarik urat meneruskan pembangunannya. Kesannya, Pak Lurah membentuk tim nan akan mewakili penghuni untuk menuntut bendung hotel PT Mulya Jaya agar menghentikan pembangunan hotel tersebut. Tim penolong Panguripan diterima Direktur PT Mulya Jaya, Edy, di ruangannya. Edy “Yuk duduk Bapak dan Ibu. Selamat pagi. Boleh saya tahu Bapak dan Ibu ini berasal berpunca mana?“ Kepala Desa “Saya Arifin, Kelongsong. Kepala Desa Sejahtera. Ini Bu Suci, sekretaris desa, dan satu pula Pak Hadiah, salah suatu tokoh umum nan ditunjuk oleh mewakili warga desa kami.” Edy “Syukur atas kedatangan Bapak dan Ibu ke kantor saya. Dengan doyan lever, sebagai direktur saya akan mendengarkan aspirasi warga demi kebaikan bersama.” Edy “Begini, Bapak dan Ibu. Privat pertemuan dengan warga desa beberapa hari lalu, bukankah sudah disepakati bahwa pihak investor akan taat melanjutkan pembangunan hotel dan berikrar akan tunak menjaga kelestarian sumur air Panguripan. Jadi, suka-suka masalah lebih-lebih lagi?” Warga I “Bagaimana mana tahu kelestarian mata air airnya dapat dijaga, Pak? Pembangunan hotel tepat di atas alat penglihatan air tersebut pasti akan mematikan mata airnya. Awalnya, karena pembangunan hotel tersebut akan memaksudkan ditebangnya pepohonan di sana, area resapan air akan berkurang. Hal ini mengancam kelestarian ain air kami.” Warga 2 “Sekali lagi saya tegaskan, Pak. Kami lain akan pernah menyetujui pembangunan hotel atau apa pula di atas sumber sendang, sumber penghidupan kami itu!” Ketua Desa “Sabar dulu, Pak Anugerah. Sambil menjabat pundak Cangkang rahmat. Benar, Pak, kami belum rangkaian menyetujui dan tidak akan susunan menyetujui kesepakatan itu, Buntelan. Kerjakan kami, mata air sumur Panguripan adalah ampaian sukma kami. Tidak belaka buat makan dan minum, sawah kami juga membutuhkan air.” Warga 2 “Kami selamanya akan terus menjorokkan pembangunan hotel tersebut! Malar-malar, kami akan bertindak makin keras bila permohonan kami tidak segera dipenuhi!“ Edy “Buya dan Ibu jangan khawatir. Sebenarnya, Pengampu Kota sudah lalu mengeluarkan kopi perintah penyudahan pembangunan hotel.” Pemukim I “Kalau semacam itu tunggu sampai-sampai?” Edy “Masalahnya, saya masih mencari lahan pengganti. Bagaimanapun saya tak cak hendak kehilangan kesempatan komersial di ii kabupaten ini.” Majikan desa “Bila bermartabat demikian, sebagai kepala desa, saya akan mendukung Kiai menemukan tanah plonco yang tidak terlalu jauh dari sumber Panguripan.” Edy “Kalau memang Pak Tahang bisa mengusahakannya, saya akan dahulu berlega hati. Musim ini pula saya akan memerintahkan anak biji kemaluan saya cak bagi menghentikan pembangunan hotelnya.” Kepala Desa “Peroleh hidayah atas kerja sama ini.“ Edy “Saya sekali lagi terterima hidayah karena Pak Tahang berhasil menghentikan demo warga.” “Cak dapat belas kasih, Pak.” Baca juga Mengenal Hikayat Pengertian, Biji-angka, dan Karakteristiknya — Seru banget morong pembahasan kali ini? Mau belajar tentang pustaka negosiasi dan melihat cermin-contohnya makin banyak pun dengan bantuan visual? Silakan, langsung buka ruangbelajar! Referensi Suherli, Pinang Suryaman, Aji Septiaji, Istiqomah. 2016. Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas X. Dki jakarta Daya Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud. Content Writer at Ruangguru. Hope my writing finds you well and help you learn a thing or two 🙂
Sudah tiga tahun lebih warga Dusun Sejahtera berjuang untuk menyelamatkan sumber mata air yang terletak di desanya. Perjuangan panjang tersebut bermula ketika sebuah perusahaan properti mulai membangun hotel di kawasan sumber mata air tersebut. Sumber air “Panguripan” menjadi tumpuan hidup tidak hanya bagi enam ribu warga Desa Sejahtera, tetapi juga bagi puluhan ribu warga desa sekitarnya. Sumber air panguripan menjadi penyedia air bersir untuk dikonsumsi sekaligus untuk memenuhi pengairan sawah bagi puluhan hektare sawah. Bila pembangunan hotel itu diteruskan, sumber air Panguripan akan mati. Meskipun beberapa kali didemo warga, pihak pengembang tetap bersikukuh melanjutkan pembangunannya. Akhirnya, Pak Lurah membentuk tim yang akan mewakili warga untuk menuntut pengembang hotel PT Mulya Jaya, menghentikan pembangunan hotel tersebut. Tim Penyelamat Panguripan diterima Direktur PT Mulya Jaya, Edy, di ruangannya. Edy “Silakan duduk Bapak dan Ibu. Selamat pagi. Boleh saya tahu bapak dan ibu ini berasal dari mana?“ Kepala Desa “Saya Ariin, Pak. Kepala Desa Sejahtera. Ini Bu Suci, sekretaris desa, dan satu lagi Pak Rahmat, salah satu tokoh masyarakat yang ditunjuk oleh mewakili warga desa kami”. Edy “Terima kasih atas kedatangan Bapak dan Ibu ke kantor saya. Dengan senang hati, sebagai direktur saya akan mendengarkan aspirasi warga demi kebaikan bersama”. Edy “Begini Bapak dan Ibu. Dalam pertemuan dengan warga desa beberapa waktu lalu, bukankah sudah disepakati bahwa pihak investor akan tetap melanjutkan pembangunan hotel dan berjanji akan tetap menjaga kelestarian sumber air Panguripan. Jadi, ada masalah apa lagi?” Warga I “Bagaimana mungkin kelestarian sumber airnya dapat dijaga, Pak? Pembangunan hotel tepat di atas mata air tersebut pasti akan mematikan mata airnya. Awalnya, karena pembangunan hotel tersebut akan menuntut ditebangnya pepohonan di sana, maka daerah resapan air akan berkurang. Hal ini mengancam kelestarian mata air kami.” Warga II “Sekali lagi saya tegaskan, Pak. Kami tidak akan pernah menyetujui pembangunan hotel atau apa pun di atas sumber mata air, sumber penghidupan kami itu!” Kepala Desa “Sabar dulu, Pak Rahmat. Sambil memegang pundak Pak rahmat. Benar Pak kami belum pernah menyetujui dan tidak akan pernah menyetujui kesepakatan itu, Pak. Bagi kami, sumber mata air Panguripan adalah gantungan kehidupan kami. Tak hanya untuk makan dan minum, sawah kami juga membutuhkan air.” Warga II “Kami selamanya akan terus menolak pembangunan hotel tersebut! Bahkan kami akan bertindak lebih keras bila tuntutan kami tidak segera dipenuhi!“ Edy “Bapak dan Ibu jangan khawatir. Sebenarnya, Wali Kota sudah mengeluarkan surat perintah penghentian pembangunan hotel.” Warga I “Kalau begitu tunggu apalagi?” Edy “Masalahnya, saya masih mencari lahan pengganti. Bagaimana pun saya tidak mau kehilangan kesempatan bisnis di kota ini.” Kepala desa “Bila benar demikian, sebagai kepala desa, saya akan membantu Bapak menemukan lahan baru yang tidak terlalu jauh dari sumber Panguripan.” Edy “Kalau memang Pak Lurah bisa mengusahakannya, saya akan sangat berterima kasih. Hari ini juga saya akan memerintahkan anak buah saya menghentikan pembangunan hotelnya.” Kepala desa “Terima kasih atas kerja sama ini. “ Edy “Saya juga berterima kasih karena Pak Lurah berhasil menghentikan demo warga.” “Terima kasih, Pak.” Lihat Juga; Faktor Penentu Keberhasilan Negosiasi Ciri Ciri Teks Negosiasi Hikayat Si Miskin Hikayat Bayan Budiman Hikayat Bunga Kemuning
makna tersirat teks negosiasi warga dengan investor